Selamat sore teman-teman :D
Wah, tugas sekolah saya semakin menjadi-jadi nih, tapi
berhubung besok cuman ngumpul tugas sejarah dan tugasnya diketik juga, jadi
sekalian lah saya bikin posting ini :D saya rada-rada enggak yakin diakhir pekan
nanti saya bisa online, jadi saya putuskan untuk main diblog hari ini.
Sebenarnya sempat bingung gimana nulis cerita ini, tapi
setelah dipikir-pikir mungkin kalian akan mengerti sendiri. Kenapa? Dibaca dulu
deh ya ;)
Pastinya pada tahu kan ini tanggal berapa? Yap, 4 September.
Memangnya ada apa dengan tanggal 4 September? Nah ini yang
mau saya ceritakan.
Begini, pernah ngerasain ragu, berdebar-debar,sedih dan senang sekaligus? Itu yang saya rasakan
pada tanggal 4 September tahun lalu. Ragu karena…. ya entahlah. berdebar-debar
karena enggak pernah ada kejadian yang sebegini rumitnya dalam sejarah hidup
saya. Sedih karena ngerasa bersalah banget sama 3 orang yang paling penting
dalam hidup saya, ngerasa egois berlebihan, tapi senangnya enggak terbendung
karena kali itu akhirnya saya benar-benar tahu apa yang saya rasakan.
Masih bingung kemana arah cerita saya ini? Sebenarnya saya
juga enggak bermaksud untuk menceritakan secara jelas karena saya pikir ini
benar-benar absurd dan abstrak -_-v tapi untuk teman-teman akrab saya yang
membaca ini pasti tahu jelas apa maksud cerita ini.
Mungkin saya lanjut sedikit lagi ya.
Kira-kira selama 5 bulan saya lebih merasa tertekan dan
jengkel daripada merasa senang, karena banyak yang tidak suka dengan keadaan
saya saat itu. Saya bisa maklum, saya mengerti dengan mereka, tapi bukan kah
lebih baik dibicarakan baik-baik daripada melontarkan kata-kata yang jujur
membuat saya benar-benar merasa tidak senang?
Okedeh, sudah pada ngerti belum? Menurut saya ini sudah
lebih dari cukup ya, karena cerita seabsurd ini rasanya enggak perlu terlalu
dijelaskan secara detail :p
Well, mungkin kalau ada beberapa orang yang merasa ada dalam
cerita saya sedang membaca cerita ini, saya cuman mau bilang terimakasih banyak
untuk semua yang sudah kalian lakukan untuk saya, saya benar-benar bersyukur
memiliki teman seperti kalian. Saya juga minta maaf karena waktu itu saya
terlalu egois dan terlalu kekanak-kanakan.
Khusus untuk dua orang yang ada dalam cerita saya ini, saya
cuman mau bilang I never regret knowing both of you, you both make my whole world
seems so colourful and gave me more than what I give to you. Thankyou :’)
Jadi, seperti ini lah. Segini dulu ya, saya mau lanjut
ngerjakan tugas sejarah saya, haha :D
Terimakasih yang sudah mau baca cerita ini, ditunggu terus
ya cerita dari saya ;) -NdrAtha
0 comments:
Post a Comment